Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Sunday, December 25, 2016

Isa dalam Al Quran

Coptic Christians from Eritrea and Ethiopia, Orthodox Christmas Celebration at the Church of the Nativity, West Bank town of Bethlehem January 6, 2012

Tulisan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan umat muslim mengenai Yesus, atau Isa, didalam kitab suci Islam Al Quran.  Adapun kitab suci Islam lain yang harus diimani muslim adalah Taurat, Zabur, dan Injil .  Hadist atau kumpulan riwayat nabi Muhammad tidak termasuk didalam kitab suci.

Didalam al Quran, nama Isa muncul cukup sering.  Nama Isa, Injil dan al Masih muncul dalam setidaknya 34 ayat yaitu di surat al Baqarah 87,136,253, ali Imran 45,59,52,3,55,84, an Nisa 157,171-172,163, al Maidah 72,17,112,75,78,46,114,116,110 , al An am 85, at Taubah 30-31, Maryam 19:34, al Ahzab 7, asy Syura 13, az Zukhruf 57,61,63, al Hadid 27, ash Shaff 6,14.  

Jumlah yang cukup banyak, peringkatnya dibawah nama Musa yang disebut sebanyak 136 kali, masih diatas penyebutan Muhammad 4 kali dan Ahmad (nama lain untuk Muhammad) 1 kali.

Ingin sekali penulis menyematkan keseluruhan ayat yang memuat nama Isa dan Injil itu dalam tulisan ini, tetapi urung mengingat hal tersebut pasti akan membuat bosan pembaca.

Pada ayat-ayat  2:87,2:136, 2:253, 3:45, 3;52, 3:59, 3:3, 3:55, 3:84, 4:157, 4:172, 4:163, 5:112, 5:78, 5:46, 5:114, 5:110, 6:85, 19:34, 33:7, 42:13, 43: 57, 63, 61 ; 57:27, 61:6,14 menggambarkan posisi istimewa Isa, pensejajaran Isa dengan nabi nabi sebelumnya dan kisah bersama pengikutnya.

Tampak betapa istimewanya Isa dalam Al quran yang diceritakan merupakan kalimatNya (3:45), diperkuat dengan Ruhul Kudus (2:87), dan diberi gelar al Masih , dijanjikan terkemuka di dunia dan diakhirat dan dekat kepada Allah (3:45).  Penciptaannya disejajarkan dengan penciptaan Adam (3:45).  Dia mempunyai hawariyyin (sahabat sahabat) yang  akan membantu Isa menjadi penolong penolong (agama) Allah (3:52).  Dikatan bahwa Allah akan “mengangkatnya kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat” (3:55).  

Dalam surat 3 (Ali Imran) ayat 84 dikatakan:

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".

Dikatakan juga bahwa Isa al Masih putera Mayam tidak dibunuh dan disalib tetapi  orang yang dierupakan Isa. (4:157).  Bahwa Allah memberikan wahyu kepada Isa sebagaimana terhadap nabi nabi sebelumnya (4:163).  

Surat ke 5 di Al quran al Maidah (hidangan)  sendiri merupakan nama surat yang didalamnya terdapat kisah yang dialami Isa al Masih ketika pengikutnya menantangnya untuk menyediakan hidangan dari langit.  

ayat 114:
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama".

Tidak ada keterangan lain dari peristiwa ini untuk mengatakan bahwa ini adalah peristiwa Perjamuan malam terakhir/ Last Supper / Ekaristi/  Komuni dalam Kristen, walaupun bisa ditarik kesamaan bahwa ini adalah sebuah perayaan.  

Pada al maidah 110 digambarkan mukjizat yang dilakukan Isa;

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

Pada ayat-ayat 4: 171, 5:72, 5: 17, 5:75, 5:116, 9:30-31 ditekankan mengenai kemanusiaan Isa dan ibunya, pelarangan menuhankan Isa dan trinitas (?) bagi para pengikutnya. Dalam 5:17 dan 5:72 terdapat ayat tentang 'kafirlah orang yang mengatakan Allah adalah al Masih putera Maryam'. Barangkali ayat ini yang dijadikan referensi dari muslim yang senang mengkafir kafirkan orang lain.  

Sebetulnya ayat ayat mengenai Isa lebih banyak lagi, tetapi tidak secara langsung ada kata Isa didalamnya, misalnya kisah kisah mengenai Maryam di surat ali Imran dan Maryam.  Agak mengherankan juga bahwa nama Maryam jarang digunakan di Indonesia, mengingat ini nama perempuan satu satunya didalam Al Quran, tapi kenyataannya lebih banyak orang tua memilih nama Salsabila atau Nabila untuk puteri mereka. 

Surat Maryam 
30
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Demikianlah betapa Al Quran sangat menghormati Isa al Masih.  Semoga hal ini diikuti oleh para pembacanya.  Akhirnya kami mengucapkan Selamat hari Natal kepada rekan rekan Kristen.  Semoga damai natal melingkupi kita semua.  Semoga Indonesia menjadi lebih baik di tahun 2017.
Read more ->

Friday, December 23, 2016

Detoks Agama: Langkah Menuju Kedamaian Hati

Hagen - Freilichtmuseum Hagen - kleinerer Stausee


Tulisan ini ditujukan khusus untuk anda yang sedang galau dan bimbang secara spiritual atau rohani.  Ya, ini tentang kebimbangan dalam beragama.   Kebimbangan merupakan hal yang sangat manusiawi, karena kita punya otak (yang terbesar dibandingkan mahluk lain) dan pikiran.

Kebimbangan dapat menerpa ketika kita berbenturan dengan hal yang tidak masuk akal dalam ranah agama.  Bisa dari ujaran pemuka agama, ataupun dari kitab suci yang sangat sukar dicerna karena konon banyak perlambangnya, atau dari situasi masa kini yang semakin membuat anda bertanya-tanya: apakah agama membuat orang menjadi lebih baik?

Ciri ciri dari orang yang berada dalam kegalauan dan kebimbangan spiritual antara lain:

Merasa tertekan dan terpaksa dalam menjalankan kewajiban kewajiban beragama
Merasa diri selalu kurang baik.  Walaupun sudah berusaha menjalankan ritual ritual agama, tetap merasa kurang baik.  Mengakibatkan merasa selalu bersalah karena tidak bisa menjalankan seluruh perintah perintah dalam agama, mengakibatkan ada rasa bersalah yang selalu mengganjal perasaan.
Merasa munafik.  Dalam beragama merasa kegiatannya dilakukan untuk menyenangkan orang lain, bukan untuk diri sendiri.
Dalam kebingungan.  Terlalu banyak aturan, terlalu banyak larangan, terlalu sedikit yang dimengerti dari kitab suci.  Banyak aturan yang menghina akal sehat sehingga tidak pernah dilaksanakan.
Lelah.  Entah karena terus berpura pura menganggap agama adalah hal terpenting di dunia, atau lelah melihat tingkah laku orang-orang yang mengaku beragama, atau lelah berpura pura meyakini agama.
Mempertanyakan kebenaran kitab suci dan kisah kisah lain dalam legenda beragama.   Juga mempertanyakan logika kitab suci yang tidak masuk akal di jaman ini.


Untuk menuju ke tahap selanjutnya juga diperlukan karakteristik tersendiri.  Hal ini bukan untuk semua orang.  Karakteristik yang diperlukan untuk menuju ke tahap selanjutnya adalah anda harus:

Berjiwa bebas dan unik.  Anda bukan seorang follower, tidak merasa perlu sama dan seragam untuk bisa diterima oleh orang lain.
Penuh rasa ingin tahu
Berjiwa petualang
Berani

Inilah saatnya anda untuk mulai melihat alternatif lain yang barangkali tidak pernah terpikirkan karena seumur hidup kita selalu ada dalam dunia beragama.

Jangan sampai anda terus mengalami perasaan ini seumur hidup dan menepis akal sehat anda, terpaksa menelannya, berusaha meracuni pikiran anda sendiri dengan logika logika yang dicari cari agar pikiran anda tenang.  Kebiasaan beragama yang tidak boleh mempertanyakan, yang anda harus terima hanya karena anda lahir dari sebuah keluarga yang menganut agama tersebut.  Agama, yang tadinya berakar dari tradisi, tetapi sekarang malah mencabut tradisi, menggantinya dengan tradisi antah berantah yang asing dan gersang.

Ini saatnya anda untuk melakukan detoks agama.  

Tidak sesukar yang dibayangkan, karena sebetulnya peraturan agama tidak bergitu berperan dalam pembentukan anda hingga saat ini.

Banyak sekali orang (Indonesia) yang tidak pernah membaca kitab sucinya.  Tidak pernah membaca buku hadis (hanya yang dikirim teman teman dari grup).  Semua hal yang berhubungan dengan keagamaan biasanya didapat dari sumber sumber lain, misalnya televisi, radio, kelompok pengajian,  dan yang sekarang paling banyak adalah dari socmed.  Jadi pengetahuan agama anda berasal dari orang yang dianggap lebih tahu agama, bukan dari sumbernya langsung.

Jika anda tidak mendapat pengetahuan pengetahuan agama tersebut, apakah anda menjadi orang yang lebih buruk?

Apakah pengetahuan pengetahuan agama tersebut membantu membuat dunia menjadi lebih baik?

Langkah-langkah untuk melepas agama:

1. Pelajari seluruh agama yang ada.  Cari yang paling rasional menurut anda.  Kalau sudah ketemu silakan mulai bergabung dengan agama tersebut.  Kalau anda tidak menemukan agama lain yang sesuai dengan akal sehat anda,silakan mulai ke langkah #2.
2. Lepaskan.  Tahap ini merupakan langkah simbolis dan dapat dilakukan secara fisik.  Melepas atribut keagamaan ataupun pakaian yang melambangkan agama.
3. Lepaskan ritual.  Berhentilah melakukan ritual agama.  Perhatikan apa dampaknya terhadap perasaan anda.

Lakukan hal ini selama yang anda rasa perlu.  Tidak perlu menyebarkan kepada orang lain, biarlah ini menjadi rahasia anda, karena kita hidup di Indonesia.  Tidak perlu merubah KTP dan tidak perlu menjawab kalau ada yang bertanya apa agamamu, atau jawab saja sesuai yang ada di KTP.  Dan selesai.  Anda sudah tidak beragama.

Jadi, apa yang terjadi sebetulnya?

Lalu sekarang anda bertanya kepada saya: jadi, sekarang saya ada dimana? Apa saya masih bertuhan? Apakah saya melakukan dosa?

Kembali itu jawaban yang harus anda cari sendiri.  Kalau anda yakin Tuhan itu ada, apakah dia marah kepada anda? Mengapa dia marah? Kalau dia Maha Penyayang tentu dia mengerti.

Apakah anda melakukan dosa?  Apa anda melakukan kejahatan? Merugikan orang lain?

Mengenai hari raya keagamaan, apakah harus dilewatkan juga?

Tetap rayakan hari raya keagamaan.  Malah, rayakan semua hari raya agama, atau bersukacita ketika semua hari raya itu datang.  Hari Raya membuat bahagia, malahan anda jadi bebas mau meminta maaf atau sungkem anda tidak merasa menyalahi agama.  Apakah itu menjadikan kita munafik? Tidak juga, karena hari raya keagamaan biasanya berakar jauh sebelum ada agama.  Pikir anda mengapa lebaran orang memasak ketupat? Tentu saja itu tidak ada di arab sana.

Kembali ke tujuan kita diawal tulisan ini.  Setelah anda mempraktekan detoks agama ini; apakah hati anda menjadi lebih damai?

Atau yang lebih ambisius, apakah anda menjadi orang yang lebih baik?
Read more ->
Google