Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Monday, July 21, 2008

Kassim Ahmad Anti Hadist


Secara perlahan saya menuju ke hal yang tidak saya sadari. Saya mempelajari bahwa metoda pengumpulan hadis yang terdengar ilmiah itu sama sekali tidak ilmiah, dan bahwa banyak hadist yang sengaja dibuat untuk propaganda sultan-sultan pada masa kekalifahan Persia. Saya membaca buku karya seorang Malaysia Kassim Ahmad yang anti hadist, Hadith: A Re-Evaluation. Di buku tipis itu bahkan penulis kata pengantarnya tidak setuju dengan penulis buku itu. Diakui oleh yang menulis kata pengantarnya bahwa buku itu sangat lemah dalam argument dan kurang berbobot. Tapi hal ini sangat menarik minat saya. Saya seperti dibukakan pikiran bahwa hal tersebut adalah mungkin, bahwa seseorang bisa saja membaca dan meyakini al quran tanpa perlu menyertai hadis dalam keimanannya. Dan itu sangat mencerahkan saya.

gambar dari abuhasif

6 comments:

  1. Sudah lemah argumen kok masih dibaca, piye iki ?. Belajar dulu apa itu mustolahul hadits, baru simpulkan. Hati2 lho anti hadits berarti anti Quran. Banyak ayat yang berbicara wajibnya menggunakan hadist sebagai jalan penerang bersama Quran.

    ReplyDelete
  2. mas anonimous,
    makasih udah mengingatkan .. saya udah dewasa untuk memilih jalan sendiri hik hik

    ReplyDelete
  3. al hadis tidak salah... emang banyak kok hadis2 yang lemah dibuat untuk nusantara kita.... GImana kita boleh ketahuin? iaitu dengan gabungan quran dan sunnah, terutamanya quran dimana kebenarannya bisa ditentukan pada quran.

    Dan pada diri Muhammad itu memiliki suri tauladan yang baik. maka ikutilahnya.

    ReplyDelete
  4. Tuhan YME menciptakan iblis jelas utk menyesatkan manusia sampai akhir jaman..mas anda pikir agama di dunia yg disesatkan iblis hanya yahudi dan nasrani saja dan Islam tidak ?…lalu Islam di jaman para sahabat sepeninggal Nabi SAW terbebas dari usaha Pensesatan iblis yg memang menjadi Tugas Utamanya di Dunia.?…terlalu naif kalaulah anda mencukupkan bahwa semua yg anda terima sekarang dengan mengatakan/berpikiran bahwa ISlam tdk tersentuh oleh upaya sesat iblis …Alquran jelas terjamin kemurniannya dari pensesatan Iblis walau hanya satu huruf…dan perlu anda ingat,.. tapi Tuhan Swt tdk menjamin pemurnian pada berbagai HADISt Nabi juga pada berbagai tafsiran Al Quran oleh para ulama salaf selain Ahlulbayt Al Kisa’..pada akhirnya di situlah (tafsir Alquran dan kitab2 Hadist) peluang iblis masuk utk mensesatkan Islam.
    olehkarenanya Diperintahkan oleh Tuhan YME, agar kita merujuk/berpegang dalam hal KESELAMATAN hanya pada Al Qur’an dan AHlulbayt Al Kisa’ dimana Allah SWT telah menjamin kesucian mereka untuk mentafsirkan KITABULLAH YG SUCI dan Penuh MISTERI ini..logikanya Al Quran Adalah Kitab Suci sangatlah tdk mungkin kemudian di dalam penafsirannya terlebih pada ayatayat mutasyabihatnya kita serahkan pada para sahabat/ulama salaf/manusia yg tdk Allah Sucikan..

    ReplyDelete
  5. Saya mengamalkan hadist sebatas cara beribadah saja karena saya yakin beribadah sudah jd kebiasaan sehari2 dan keharusan jd terjaga ke orisinil-annya dr zaman ke zaman , tp terhadap hukum dan larangan Hadist sy hanya berpatok ke AlQuran dan penalaran dan logika sy pribadi, kerena Alquran menyuruh sy Iqra (baca, renungkanlah, teliti atau analisa). jd saya mempunyai pemahaman bahwa Alquran sangat uptodate sepanjang masa.
    Apakah sy Anti Hadist?, bisa ya bisa tidak,..karena sy tidak sependapat seluruhnya dgn paham anti hadist yg menghilangkan seluruh Hadist termasuk cara beribadah. tp dr mereka yg anti hadist sy jadi mengetahui bahwa dalam AlQuran :
    Dosa tidak bisa dihilangkan dgn taubat, cuma bisa ditutupi dng pahala, jd kita hrs berbuat pahala sebanyak mungkin utk menutupi dosa kita, itu sebabnya dlm Alquran tidak ada hukum mati karena menghilangkan manusia dr taubat untuk kemudian berbuat pahala sebanyak mungkin.
    Pilihan di akhirat hanya ada 2 yaitu untuk di Neraka selamanya atau di Sorga selamanya, jd kita tidak punya pilihan setelah habis masa hukuman dineraka kita akan ditempatn di sorga. Hal ini membuat sy takut utk berbuat dosa spt yg di ajarkan dalam Alquran (bukan Hadist).
    Zaman sekarang saya lihat kita terlalu meng-kultuskan Rasulullah dibandingkan Allah, itu sebabnya sy maklum kenapa ustad sering menyebutkan spt ini di dakwahnya " Rasulullah mengatakan bahwa Allah melarang,….dst," kenapa tidak bilang Allah sj yg melarang tanpa embel2 Rasullulah dan dalam kehidupan sehari2 byk sy lihat, bila orang ditanya siapakah idolamu?, rata2 orang meng-idola Nabi Muhammad tp tidak seorangpun meng-idolakan Allah.
    btw, pemahaman ini tidak sy sampaikan ke Istri dan anak2 sy dan lingkungan, biarlah mereka memikirkan (Iqra') sendiri sesuai dgn akal dan fikiran mereka sekarang atau nantinya. dan Karena sy hidup di Indonesia pemahaman sy ini bisa sy laksanakan tanpa diributkan oleh orang lain karena cara ibadah sy sama :)

    ReplyDelete

Google