Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Tuesday, May 5, 2009

Al Quran Merubah Hati

Tidak bosan rasanya untuk mengumumkan kepada semua orang, betapa Al Quran sudah merubah saya. Ayat dari surat Az Zumar dibawah ini, sepertinya menjadi pengharapan untuk saya, semoga selalu diberi petunjuk oleh Allah.
Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan
kitab yang bagiannya menyerupai sebagian
dan berulang-ulang
gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada tuhannya
kemudian jadi lembut kulit dan hatinya karena mengingat allah
dia memberi petunjuk dengan kitab itu siapa-siapa yang dikehendakinya
dan siapa yang disesatkan allah
maka tiadalah baginya yang akan menunjuki
(39:23)


Saya menganalogikan perubahan hati (ataukah itu jantung?) saya, dari:
1. hati yang keras membatu berkerak, yang mencerminkan sifat sombong, rapuh, takut, khawatir, hambar, senseless.
Setelah membaca al quran dan memaknainya semampu otak saya, dengan mengabaikan ayat-ayat yang tidak dimengerti, menjadi
2. hati yang rentan, ketika kerak kerak membatu terkelupas memperlihatkan hati yang pucat, rentan, lembek dan sensitif. Itu adalah masa-masa dimana saya menjadi sangat cengeng, sensitif, gampang tersentuh oleh hal yang indah, yang menyedihkan, yang mengerikan. Membaca al quran bisa menjadi sesi yang emosional dan beruraian air mata.
3. Setelah membaca al quran dengan teratur, saya merasa hati saya menjadi hati yang sehat, segar memerah dan kuat. Saya berharap saya menjadi orang yang optimistik, kuat menghadapi cobaan dan tantangan, selalu berpasrah diri kepada Allah, berani dan riang hati. Kabulkanlah ya Allah.


gambar dari yoshiko314

1 comment:

Google