Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Sunday, February 7, 2010

Tambah Tahu, Tambah Tidak Tahu

llibreria - bookstore - Amsterdam - HDR

Semakin banyak kita tahu, semakin kita tidak mengetahui.

Saya tidak tahu dari mana pepatah itu berasal, tapi pada suatu hari kalimat itu seperti meledak di kepala. Bahwa kalimat itu betul adanya.


Apakah kamu akan membuang semua keyakinanmu ketika engkau mengetahui bahwa hal yang kamu yakini didirikan diatas dasar yang tergugat?

Ataukah kamu akan terus meyakini keyakinanmu no matter what?

Hal yang bisa diambil sebagai pelajaran adalah: kita meyakini Tuhan, mempercayainya sebagai sang penguasa, sang raja, sang pencipta, sang maha

Apapun kisah yang melingkupinya, apapun setting yang dibuat untuk memahaminya, apapun kitab yang kita baca atau tidak kita baca.

Seharusnya itu tidak mempengaruhi kita, bukan? Yang kita sembah adalah Allah, Rabb, Tuhan, Gusti, Pangeran, Lord, God, YHWH apapun nama yang kita nisbahkan untuk Nya.

Bukan al quran yang kita sembah. Bukan Muhammad. Bukan Isa. Bukan hadist. Bukan agama. Bukan kiai. Bukan internet. Bukan sejarah.

Banyak-banyaklah minta ampun kepada Nya. Kita tidak tahu apa-apa.

5 comments:

  1. Good posting, saya setuju sekali dengan Anda Bude. Allah itu maha besar, maha tak terbatas, maha tak terpahami, maha tak terselami.

    Otak dan pikiran manusia tidak akan mampu memahami Allah yang sedemikian besarnya, demikian juga ruang terbatas yang ada di kitab-kitab suci tidak akan mampu menggambarkan Allah itu seperti apa. Oleh sebab itu kita harus saling menghormati.

    Allah yg kita sembah itu berbeda dengan agama yg kita anut, Allah yg kita muliakan berbeda dengan kitab suci yg jadi pedoman kita.

    Oleh sebab itu perlulah kita mohon ampun atas kebodohan dan keterbatasan pikiran kita.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih komentarnya ya. Sepertinya saya sedang mengalami keguncangan iman, hehehe

    ReplyDelete
  3. Subhanallah.... Allah Maha Besar..

    ReplyDelete
  4. Terimakasih untuk postingnya. Andai semua orang berfikir seperti ini. Pasti dunia akan damai :)

    ReplyDelete
  5. 'Semakin banyak kita tahu, semakin kita tidak tahu'

    rada kontroversial.

    Harus diakui:

    Semakin banyak yang kita ketahui, semakin disadari bahwa semakin banyak yang belum diketahui.

    ReplyDelete