Allahu Akbar Tidak Ada di Al Quran

Semua muslim mengucapkan kata Allahu Akbar setiap harinya dalam shalat.  Kita juga mendengarnya saat adzan lima kali sehari.  Kata ini juga merupaka kata ekspresi yang sering diucapkan muslim ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, kaget, senang, memuji dan menyetujui seorang pembicara dan sebagainya.

Kata Allahu akbar disebut juga takbir.  Akbar berasal dari kata kabir k-b-r, yang artinya Besar atau Agung, sedang akbar adalah bentuk elative (gradasi) nya.  Jadi bentuk ajektif dari kabir k-b-r berubah menjadi akbar untuk bentuk tunggal maskulin elative nya.  Arti dari Allahu Akbar tepatnya adalah Allah Lebih Besar (Allah is Greater), walaupun seringnya diterjemahkan sebagai Allah Maha Besar.
1297132148397265038
Bendera Irak, gambar dari sini


Takbir ini sekarang-sekarang juga menjadi identik dengan terorisme dan kekerasan atas nama agama.  Dalam rekaman suara di kokpit pesawat Flight 93 dalam peristiwa 9/11 terdengar para pembajak pesawat meneriakkan Allahu akbar ketika pesawat akan menghujam daratan.  Dalam demo dan peristiwa-peristiwa kekerasan yang melibatkan ormas pembela Islam takbir juga biasa diteriakkan.

Kata Allahu akbar - dalam arti Allah Maha Besar - tidak ada di al quran, tapi memang ada, untuk menerangkan sifatNya, seperti dalam ayat ini, at taubah 72: wa ridhwaanum minallahi akbar - dan keridhaan Allah lebih besar-

Dalam surat al waqiah 56: 'maka bertasbihlah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Besar' kata yang digunakan adalah azhim ( bismi rabbikal azhim).

azhim ini juga merupakan bentuk elative.

Di 87:1 sabbihis marabbikal a'laa - sucikanlah tuhanmu yang maha tinggi.

a'laa juga bentuk elative.

Dalam bentuk-bentuk elative untuk menerangkan Allah, kata akbar tidak digunakan.

Hadist tentang takbir dijumpai dalam konteks takbir untuk hari-hari raya (takbiran), mengenai adzan dan shalat.  Saya masih mencari tentang hukum takbir selain untuk masalah-masalah diatas, yaitu meneriakkan takbir ketika melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain, dan yang semacam itu. Disini bisa dijumpai kisah tentang asal muasal takbir, sayang tidak disebut sumber sumber hadist atau sirahnya.

Allahu akbar!

sumber wikipedia
submission.org

Comments

  1. According to Arabic grammar, if "Akbar" is not followed by a preposition, it means "The Greatest".

    "Allahu Akbar" = "Allah is the Greatest".

    Followed by a preposition, it will mean "greater than".

    Source: http://ourbeaconforum.com/cgi-bin/bbs60x/webbbs_config.pl/page/6/md/read/id/314123119158876

    ReplyDelete
  2. HEI BRO, LHO JANGAN MEMPERSULIT SESUATU LAH, GUE JADI RISIH,,,
    LHO ISLAM GA SIH.????
    KLO ISLAM BERARTI LHO GA USAH MENG-ANDAI2,UDAH KHATAM AL-QUR'AN ATAU CUMA TAU TERJEMAHAN DOANG???
    GUE JADI SURR MA LHO, KLW GUE TAU LHO,GUE TUNJUKIN NICH, ISLAM SEBENARNYA...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesian elu..makanya JANGAN elu SOK NGELAFADZ TAKBIR: اَللّهُ اَكْبَرُ ALLAHU AKBAR yg GAK DISUNAHIN dan GAK KETULIS di QURAN

      bahkan SIFAT dan NAMA: اَللّهُ اَكْبَرُ AL-LAHU AKBAR GAK KEMASUK SQUAD TEAM 99ASMA om HUSNA lagi..

      INGA'..INGA'..‼ saw bersabda: “BARANGSIAPA MERINTIS sesuatu yang BARU dalam AGAMA ʪɭ∂ɱ dan BUKAN BERASAL dari QURAN, maka ia TERTOLAK.”
      (HR. Muslim)

      Qs 47:24..TIDAK MEMPERHATIKAN AL QURAN..HATI mereka TERKUNCI?

      Delete
    2. hahahah kamu hanya gelakkan dirimu kesian. Moga dpt petunjuk serta hidayah. Aameen..Ya Rabb

      Delete
  3. hahahah...islam nga jelas..hahah

    ReplyDelete
  4. Qs: Al-Maidah :5:68 qul yaa ahlal kitabi lastum 'alaasyai'in hatta tuqiimut tauraata wal injiila'.
    "katakanlah hai ahli kitab kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menuruti taurat dan INJIL."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Agnes juga ga sadar ya kalo di quran dijelaskan kalau Yahudi merubah2 Taurat & injil?

      kita percaya ko Taurat & Injil... tp dalam ayat tsb konteksnya pada Taurat & Injil yang ASLI yang benar2 diturunkan ke Musa & isa sebelum dirubah oleh tangan2 Yahudi & tangan2 pendeta di vatikan ;)

      Delete
    2. Nabi isa dan musa jauh sekali rentang jarak mereka,
      Qs 10:94 = Muhammad kalau ragu harus bertanya kitab seblmnya.
      Qs 5:68 =
      Muhammad dan kaumnya tidak di pandang beragama sedikitpun jika tidak menegkkn injil.
      Qs 5:46 =
      Di dalam injil ada petunjuk dan cahaya.
      Alquran bnyk mnyaksikn tentang injil. Jika kalian bilng injil di palsukan berrti Alquran kalian bohong brbcara tentng injil.

      Delete
    3. Nabi isa dan musa jauh sekali rentang jarak mereka,
      Qs 10:94 = Muhammad kalau ragu harus bertanya kitab seblmnya.
      Qs 5:68 =
      Muhammad dan kaumnya tidak di pandang beragama sedikitpun jika tidak menegkkn injil.
      Qs 5:46 =
      Di dalam injil ada petunjuk dan cahaya.
      Alquran bnyk mnyaksikn tentang injil. Jika kalian bilng injil di palsukan berrti Alquran kalian bohong brbcara tentng injil.

      Delete
  5. dikatakan Al-Quran surah Az-Zukhruf ISA menyatakan
    [43:61] Ikutilah Aku inilah jalan yang lurus.
    Dalam Al-Quran Isa adalah satu"nya (Tauhid) Jalan Yang Lurus tidak ada jalan lain.
    Bukan agama yang memberikan jaminan jalan yang lurus. Agama tidak menyelamatkan hanya memberikan petunjuk saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi2 mba Agnes ga paham konteks ayatnya...
      Dalam Quran kan beda antara Isa-Nya Islam dan Isa-nya Jesus

      Isa-nya Islam = Nabi yang menyampaikan ajaran Allah, supaya menyembah Allah

      Isa-nya Kristen = dianggap Tuhan (meskipun ga pernah ngaku sbg tuhan)dan Kristen diwajibkan menyembah Isa (menurut gereja)

      nah masa sih Quran lagi ngomongin Isa versi Kristen> ya jelas lagi ngomongin Isa versi Islam laaaahhh

      ngaco aja...

      Delete
  6. ya jelas lah quran menceritan isa kristen,nama ibu nya sama,suku asli nya sama,hanya tempat lahir dan kematian nya beda...kristen percaya isa di salib,islam tidak...tapi diserupakan seperti isa(al-baqoroh)...sementara di surah maryam,isa mati,bangkit lalu naik ke surga...bertentangan...satu lagi,di quran isa di katakan keponakan Harun,sementara di alkitab,yesus dan Harun berbeda 1400 tahun...lalu islam mengatakan injil sudah di palsukan,tapi islam tak bisa menunjukkan satu ayat pun dari alkitab asli...tapi sering menggunakan alkitab sekarang untuk menyerang kepercayaan kristen...lalu alkitab asli yang mana...?

    ReplyDelete
  7. Tuh sudah banyak yang ditunjukin.

    ReplyDelete
  8. Ya beda......! Isa kristen hidup di awal masehi. Sdg Isa islam hdp di jaman Musa 1500 sm. Yg palsu yg mana......?

    ReplyDelete
  9. Semua Orang Mau Benar dihadapan Yg MAHA KUASA.
    JADI HARUS ADA yg DI SALAHIN dulu. Nah unyuk itu..CAri Petunjuk dulu ..
    setelah hapal petunujuk, sesuai petunjuk..
    Terus yg Salah Di HAncurkan.

    di Hari Penghakiman... " Apa yg terjadi"

    jadi kalo si manusia Salah maka simanusia Bilang Sy sudah ikuti petunjuk ini,
    saya tidak salah, kalo saya salah yg salah itu yg bikin petunjuk.

    saya sudah melakukan sesuai petunjuk, maka sy harus benar..


    Simanusia juga Bilang Sy sduah BAntu YG MAHA KUASA.
    melakukan ini dan itu..sesuai petunjuk..
    dan saya layak dapat imbalan di SORGA.

    menurut hati nurani.
    "mungkin"..... yg selamat itu bukan yg ikut petunjuk.

    tapi yg hanya melakukan ke iklasan kebaikan tanpa mengharap
    pembenaran, balasan, atau pujian, atau dorongan imbalan.

    Regards

    ReplyDelete
  10. Bukan orang Islam yg bilang kk, tapi puluhan ahli Al-Kitab sendiri yang sepakat bahwa banyak pengubahan, pengurangan dan penambahan. Jadi jangan salahkan kami, kami kan cuma ngutip aja, salahin mereka dong kk. Kebetulan kitab kami juga bilang hal yang sama.
    .
    Kami ga bisa buktikan Al-Kitab asli apa nggak, karena ga ditemukan potongan lengkap sampai 300 tahun setelah nabi Isa diangkat ke atas dan ditulis oleh orang yang tidak kontak langsung dgn nabi Isa. Sedangkan Al-Qur'an tertua ditemukan berusia tak jauh dari wafatnya nabi Muhammad saw, lembaran2 tertua ditemukan seusia beliau saat masih hidup, didukung banyak kesaksian yang punya sanad (kronologis dari siapa2 aja diriwayatkan) bahwa Al-Qur'an itu disalinkan menjadi buku oleh orang-orang terdekat yang pernah berkontak langsung dengan Rasulullah. Penulisannya harus disertai 2 saksi. Ga cukup sampai situ, perawi (penutur) riwayat diseleksi ketat bibit, bebet dan bobotnya. Makanya kami berani bilang Al-Qur'an itu otentik ga berubah satu katapun, kecuali perbedaan dialek (seperti spelling huruf E orang batak, huruf D dan B orang jawa atau huruf T orang madura) dan memang Al-Qur'an turun dalam 7 dialek tapi biar nggak bingung dipakai satu dialek Quraisy aja (bahasa asli Rasulullah)
    .
    Tapi kalau yang kk tanya mana-mana saja ayat Al-Kitab yang sesuai ajaran asli dari Tuhan, kami bisa tunjukkan karena jika memang sesuai dengan ajaran kami, harus kami imani (ada dalam rukun iman). Seperti tata cara berdoa Yesus (nabi Isa) dengan bersimpuh dan menghadap bait Tuhan. Bersunat, membersihkan diri dan membuka alas kaki sebelum masuk rumah ibadah, larangan makan babi dan minuman keras, atau kata-kata mengenai sembahlah hanya Tuhanmu satu-satunya, atau akan diutusnya seorang penenang yang mengetahui segala hal dan membenarkan Yesus (nabi Isa), banyak lagi, silahkan baca sendiri.
    .
    Kalau hanya karena ajaran Islam datang belakangan trus dikatakan nyontek atau salah, gimana dengan Judaisme (Yahudi) yang datang jauh lebih dulu? Mereka juga mengakui tuhan hanya satu, ibadah menghadap bait Tuhan (ratapan), ada hari khusus ibadah juga (sabtu, islam jumat, nasrani minggu), ada ibadah setiap harinya (3 x sehari) gerakannya ada semacam rukuk dan sujud (bersimpuh) melipat tangan, ada puasa, mengakui hukuman rajam, ibadah haji udah ada dari jaman mereka, di kitabnya tertulis akan datang seorang bernama Mohamadim ('im' itu imbuhan utk penghargaan) dll. Tapi sayang mereka ga percaya ke nabi setelahmya, nabi Isa dan nabi Muhammad saw.
    .
    Turun belakangan bukan berarti nyontek, tapi sumbernya yang sama dari Tuhan semesta alam, wajar banyak kemiripan. Dari 3 ajaran Abrahamik, hanya nasrani yang beda jauh. Trus koq kami yang salah?
    .
    Kami hanya disuruh memberi tahu tanpa boleh mengejek, merendahkan, menghina, apalagi memaksa. Percaya alhamdulillah, tidak juga ga masalah.
    .
    Al-Qur'an sendiri bilang orang-orang nasrani adalah teman Islam, kami harus akur dan menghargai keyakinan mereka selama tidak mengenai iman. Keluarga saya punya banyak teman dari nasrani.

    ReplyDelete

Post a Comment