Untung Elon Musk Bukan Orang Islam!

Dengan suksesnya peluncuran roket Falcon Heavy pada 6 Pebruari 2018 lalu, Elon Musk semakin dekat kepada mimpinya untuk membawa manusia membentuk koloni di Bulan dan Mars. Dalam misi terakhirnya ini, muatan Falcon Heavy adalah - tentu saja - mobil sport besutan Musk Tesla Roadster berwarna merah yang dikemudikan Starman, sebuah dummy berpakaian astronaut.  Tidak lupa lagu Life on Mars dari David Bowie diputar terus-menerus. 






Misi ini sukses mendaratkan kembali dua buah roket samping, tetapi roket utama yang berada di tengah gagal mendarat di droneship dan jatuh ke laut.

Elon Musk bercita cita untuk membuat roket yang bisa dipakai kembali, bukan yang sekali pakai yang selama ini digunakan. Keuntungannya adalah biaya yang bisa ditekan, sehingga penjelajahan luar angkasa akan lebih terjangkau biayanya dan penjelajahan akan semakin mudah.  Seperti ketika masa penjelajahan samudera dimulai, kapal laut bisa digunakan kembali, tidak dibakar setelah sampai, bukan?

Sejak tahun 2002 ketika dia membentuk SpaceX, perusahaan roket yang tujuannya adalah mengurangi biaya transportasi antariksa dan kolonisasi Mars, jalan yang dilalui tidak semudah yang diduga.  Musk sendiri mengakui ini sehingga di tahun 2018 inilah titik terang telah terbit.  Kini SpaceX telah mengantongi kontrak kontrak untuk meluncurkan satelit dengan roket mereka.



Mengapa saya posting topik ini di blog ini? Saya menunggu komen dari umat Islam tentang hal ini. Itu kalau mereka peduli... Kalau kamu muslim, kamu diajari bahwa nasib telah ditulis untukmu, tinggal terima saja. Rejeki sudah dijatah, jodoh sudah ditentukan, tanggal kematian sudah ada. Tinggal menjalankan!  Mau Falcon Heavy ada atau tidak.

Untung Elon Musk bukan orang Islam!

 Gambar dari Infografis detik

Comments