Ulama Ini Sedih Karena Banyak Kaum Muda Keluar dari Islam




Dr Bilal Philips adalah seorang ulama kelahiran Jamaika yang tinggal di Qatar.  Sepertinya di Indonesia beliau pun sudah dikenal karena videonya ada yang diunggah dan diterjemahkan oleh akun youtube Islam Mancanegara yang followernya mencapai 38 ribu orang.  Ulama ini dicekal masuk negara-negara Inggris, Australia, Denmark dan Kenya karena pandangannya yang ekstrim.

Di video diatas tampak Dr Philips merasa sedih karena 'Meningkatnya jumlah muslim galau yang keluar dari Islam'. Kotbah yang dilakukan di Kanada ini menggambarkan situasi muslim sebagai minoritas di negeri barat.  Dia menyalahkan pendidikan sekuler yang menganggap agama sebagai kisah dan mitos belaka.  Dalam kecemasannya dia merasa bahwa kaum muda yang akan meninggalkan Islam akan bertambah banyak jumlahnya, layaknya longsoran salju atau seperti tsunami. Solusinya menurut dia adalah mempersiapkan muslim sedari kecil untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari pikiran yang syubhat.


Pernyataan Dr Philips ini jika dibandingkan dengan survey survey yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Kanada, cukup bertolak belakang. Tapi hal ini tidak bertentangan jika dilihat bahwa muslim di Kanada mempunyai lebih banyak anak dibandingkan penduduk lain.  Sehingga kenaikan jumlah muslim adalah akibat kelahiran, sementara muslim yang menginjak dewasa banyak yang keluar dari Islam.

Isu ini tentu saja berbeda situasinya dengan di Indonesia.  Sangat jarang kita menemui orang yang meninggalkan Islam disini.  Walaupun banyak kaum muda yang merasa bimbang dan ragu.  Keluar dari Islam? tidak akan terfikir. Tetapi, jarang bukan berarti tidak ada.  Dengan semakin ekstrim nya Islam di Indonesia, semakin banyak orang yang merasa tidak nyaman.  Belum lagi menjelang pilkada ini. Situasi bertambah panas. Isu agama paling sering digunakan untuk menarik simpati.  Dan isu agama dalam politik ini semakin memuakkan.  Percaya atau tidak , hal ini bisa memicu kaum muda untuk apatis, bahkan tidak peduli dengan Islam, hingga meninggalkan Islam.

Comments