Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Monday, July 7, 2008

Tidak Suka Hadist

Hadis tidak pernah mendapat tempat di hati saya, entah mengapa. Saya bertanya dalam hati apakah ini ada hubungannya dengan cara saya dibesarkan? Barangkali.

Bapak saya, seorang jawa, (semoga berada ditempat terhormat disisi Allah) tidak melakukan salat jumat dan tidak pergi haji, tidak seperti ibu saya yang berhaji. Tapi bapak mengerjakan salat. Bapak anti klenik, sangat rasionalis. Bapak yang mengajarkan saya untuk suka membaca. Saya ingat masa kecil dulu hari minggu adalah hari pergi ke Gramedia, boleh memilih buku yang banyak. Beliau juga sangat berpengetahuan. Kita bisa tanya istilah apa saja - apa saja - pasti beliau tahu apa itu. Seperti kamus.

Membaca hadis tidak menimbulkan apa-apa di hati saya kecuali kadang saya berkomentar: "kok gitu sih?". Tidak ada getaran istimewa seperti membaca al quran, tidak ada gregetnya, dan menurut saya hadis itu bacaan yang tidak indah secara sastrawi. Jadi saya tidak pernah membaca buku hadis dan tidak berusaha mendalaminya.


pic dari islamweb

3 comments:

  1. masbadar: masa seh? tapi soal baca-membaca, silahkan anda lihat halaman quran mp3 dari blog ini. Ttg numeriknya, tanpa bersusah-payah mencari-cari, al qur'an udah kelihatan kok keajaiban matematisnya. Kalo anda ogah atau bermasalah dgn hal rumit seperti matematis, ya jangan salahkan qur'annya. Anda cinta Qur'an kan. Ah kalo cinta qur'an mbokya jgn setengah-setengah :D eh, dari mana anda tahu kalo qur'an itu diturunkannya lisan dan yg menulisnya banyak orang? dan dari mana anda tahu kalo qur'an itu cara mengejanya berbeda? pasti dari hadits kan? eh tapi bukannya anda tidak suka hadits? :D :D
    Piss, saudara..., ayolah kita pahami Al Qur'an dan islam ini secara kaffah, total. Anda tahu kan dalil kaffah dari Qur'an? :D Hayo buka lagi qur'an terjemahnya dan cari lagi :D , kalo udah ketemu komen lagi di sini ya..

    ReplyDelete
  2. tentu saja dari hadis, dari mana lagi. tidak suka hadist toh tidak berarti menganggapnya tidak ada. hadist kan memang ada dan banyak, tapi untuk meyakini hadis sebagai jalan hidup atau cahaya hidup itu masalah lain lagi. itu sih pendapat saya pribadi, dan saya tidak minta org lain utk sependapat dengan saya. kalau dengan numerik itu anda lebih yakin lagi dengan al quran tidak apa-apa, cuma saya tidak perlu itu.

    ReplyDelete
  3. masalah baca hadits engga nimbuln greget yaa engga apa-apa..
    tapi yang pasti hadits adalah salah satu peninggalan Rosululloh..
    tinggal kitanya aja mau diapain ntu hadits
    salam ukhuwah :D
    http://mromi.wordpress.com/

    ReplyDelete