Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Thursday, March 12, 2009

Cengeng


gambar dari e-a-richman

Saya suka membaca. Dan saya membaca al quran dengan tidak mudah, mengingat cara bertuturnya yang berbeda dengan buku buku jaman kini.
Disini saya menceritakan trik yang saya gunakan agar bisa membaca Al quran beberapa halaman tanpa merasa kantuk.

Saya malahan tidak tahu di ayat yang mana ketika saya mulai pertama kali menangis karena membaca quran. Saya pernah membaca dibuku Jeffrey Lang bahwa ketika kita membaca quran, yang terjadi adalah quran membaca kita. Quran seperti membuka lapis demi lapis perasaan hati kita hingga lapisan terdalam, meninggalkan kita menggigil ditelanjangi.

Pernah juga saya membaca quran dan mulai menangis, lalu saya berhenti, melakukan hal lain maksud saya agar saya bisa mulai membaca lagi tanpa rasa haru, dan ketika mulai membaca menangis lagi, padahal saya sedang tidak berada di tempat yang privat, membuat saya malu karena mata sembab. Kadang saya menangis karena tersentil, malu, al quran bisa mengetahui rahasia hati yang dalam, kadang saya menangis karena terharu bahwa Allah sangat mencintai saya, manusia. Kadang saya tidak tahu penyebabnya apa.

Hal ini juga yang mendorong saya membuat blog pecinta cahayamu, karena keinginan untuk mengajak orang lain agar mengalami hal indah yang serupa dengan saya.

Akibat setelah itu menjadi agak mengerikan untuk saya. Saya tidak pernah menganggap diri sendiri sebagai orang yang sentimental, cengeng atau peka, saya malah menganggap diri saya cuek dan tanpa basa basi. Saya jarang menangis dan saya kadang memamerkan ketegaran hati ketika hampir semua orang menangis ketika nonton filem yang menyedihkan, saya bisa tidak meneteskan air mata.

Saya terheran heran ketika mendengar lagu dan air mata mengalir. Waktu di TV ada rerun the Sounds of Music saya menangis tidak berhenti bahkan ketika adegannya hanya mereka bernyanyi di padang rumput. Merdunya suara mereka! Ya tuhan, kenapa saya?

Saya mencari di internet tentang depresi, karena saya takut saya mengalami depresi mengingat keadaan saya yang menurut saya rapuh dan agak mengkhawatirkan. Tetapi setelah mengikuti test depresi dan gejala-gejalanya saya tidak termasuk didalamnya. Saya tidak mengalami masalah tidur, saya tidak ingin bunuh diri, saya tidak kecewa dengan diri saya, saya mempunyai banyak minat.

Akhirnya saya menerima saja keadaan ini. Saya pikir ini akibat dari usia juga. Sekarang membaca koran dan menonton TV tidak menyenangkan untuk saya. Terlalu banyak berita menyedihkan yang saya tidak kuat melihatnya. Kalau saya sendiri di rumah saya tidak menyalakan TV. Saya berhenti membaca koran. Saya lebih suka mendengarkan musik dan radio. Atau indovision, itu lebih menghibur. Atau internet. Membaca, tentu saja. Al quran, tetap favorit.

6 comments:

  1. Thx mengingatkan aku dah lama gak tadarus .. rindu rasanya..

    ReplyDelete
  2. salam ziarah sahabat.

    terima kasih atas ziarah dan komentar di blog saya. isi-isi dalam blog saudara, masya Allah. semoga Allah meredhai kamu, saudaraku. terus istiqamah dengan al-Quran. benar, al-Quran bukan hanya sebagai bahan bacaan kita, malah ia juga membaca diri kita. tulisan yang bagus. barakallahu fik..

    wassalam.

    ReplyDelete
  3. Air mata memang karunia yang sungguh luar biasa....

    ReplyDelete
  4. Salamun 'alaikum bude,

    Saya masih ingat, satu ayat di al-Qur'an yang membuat saya menangis, bahkan sampai saat ini, ketika saya mengetikkan tulisan ini. Ayatnya adalah sebagai berikut:

    2:152. Maka ingatlah pada-Ku, Aku akan ingat padamu, dan berterimakasihlah kepada-Ku, dan janganlah kamu tidak percaya kepada-Ku.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. saya juga pgn nangis bacanya...
    itu terjemahan tidak percaya dari 'takfur' ya..tidak percaya dengan ingkar sama aja yah..?

    ReplyDelete

Google