Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Friday, August 10, 2012

Apa Tujuan Beragamamu?

Penolakan FPI di Palangkaraya 

Pendapat umum mengatakan bahwa orang yang ‘baru’ mendalami agama cenderung untuk merasa paling benar sendiri dan lebih agresif. Sering orang mengatakan bahwa seseorang menjadi gila atau sesat karena mendalami agama. Dilain pihak juga merupakan kenyataan bahwa sebagian orang yang religius lebih sehat baik secara jasmani maupun rohani, lebih bahagia dan lebih bersyukur.

Hal ini diteliti oleh ahli psikologi Allport yang berteori ada dua kutub jenis religius (beragama dengan taat) yaitu kutub Intrinsik (I) dan Extrinsik (E). Ada kuesioner untuk menentukan apakan seseorang itu lebih berat ke I atau ke E nya. Religius yang Intrinsik diartikan beragama dengan iman yang tulus dan taat. Ini juga bisa disebut sebagai beragama secara matang atau beragama untuk menuju ke dalam diri. Sementara beragama secara ekstrinsik ialah yang menggunakan agama untuk tujuan praktis tertentu misalnya sering datang ke mesjid untuk mendapatkan status sosial tertentu atau tujuan lain. Ini disebut beragama secara kekanak-kanakan atau beragama dengan orientasi keluar.

Read more ->