Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Sunday, December 25, 2016

Isa dalam Al Quran

Coptic Christians from Eritrea and Ethiopia, Orthodox Christmas Celebration at the Church of the Nativity, West Bank town of Bethlehem January 6, 2012

Tulisan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan umat muslim mengenai Yesus, atau Isa, didalam kitab suci Islam Al Quran.  Adapun kitab suci Islam lain yang harus diimani muslim adalah Taurat, Zabur, dan Injil .  Hadist atau kumpulan riwayat nabi Muhammad tidak termasuk didalam kitab suci.

Didalam al Quran, nama Isa muncul cukup sering.  Nama Isa, Injil dan al Masih muncul dalam setidaknya 34 ayat yaitu di surat al Baqarah 87,136,253, ali Imran 45,59,52,3,55,84, an Nisa 157,171-172,163, al Maidah 72,17,112,75,78,46,114,116,110 , al An am 85, at Taubah 30-31, Maryam 19:34, al Ahzab 7, asy Syura 13, az Zukhruf 57,61,63, al Hadid 27, ash Shaff 6,14.  

Jumlah yang cukup banyak, peringkatnya dibawah nama Musa yang disebut sebanyak 136 kali, masih diatas penyebutan Muhammad 4 kali dan Ahmad (nama lain untuk Muhammad) 1 kali.

Ingin sekali penulis menyematkan keseluruhan ayat yang memuat nama Isa dan Injil itu dalam tulisan ini, tetapi urung mengingat hal tersebut pasti akan membuat bosan pembaca.

Pada ayat-ayat  2:87,2:136, 2:253, 3:45, 3;52, 3:59, 3:3, 3:55, 3:84, 4:157, 4:172, 4:163, 5:112, 5:78, 5:46, 5:114, 5:110, 6:85, 19:34, 33:7, 42:13, 43: 57, 63, 61 ; 57:27, 61:6,14 menggambarkan posisi istimewa Isa, pensejajaran Isa dengan nabi nabi sebelumnya dan kisah bersama pengikutnya.

Tampak betapa istimewanya Isa dalam Al quran yang diceritakan merupakan kalimatNya (3:45), diperkuat dengan Ruhul Kudus (2:87), dan diberi gelar al Masih , dijanjikan terkemuka di dunia dan diakhirat dan dekat kepada Allah (3:45).  Penciptaannya disejajarkan dengan penciptaan Adam (3:45).  Dia mempunyai hawariyyin (sahabat sahabat) yang  akan membantu Isa menjadi penolong penolong (agama) Allah (3:52).  Dikatan bahwa Allah akan “mengangkatnya kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat” (3:55).  

Dalam surat 3 (Ali Imran) ayat 84 dikatakan:

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".

Dikatakan juga bahwa Isa al Masih putera Mayam tidak dibunuh dan disalib tetapi  orang yang dierupakan Isa. (4:157).  Bahwa Allah memberikan wahyu kepada Isa sebagaimana terhadap nabi nabi sebelumnya (4:163).  

Surat ke 5 di Al quran al Maidah (hidangan)  sendiri merupakan nama surat yang didalamnya terdapat kisah yang dialami Isa al Masih ketika pengikutnya menantangnya untuk menyediakan hidangan dari langit.  

ayat 114:
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama".

Tidak ada keterangan lain dari peristiwa ini untuk mengatakan bahwa ini adalah peristiwa Perjamuan malam terakhir/ Last Supper / Ekaristi/  Komuni dalam Kristen, walaupun bisa ditarik kesamaan bahwa ini adalah sebuah perayaan.  

Pada al maidah 110 digambarkan mukjizat yang dilakukan Isa;

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

Pada ayat-ayat 4: 171, 5:72, 5: 17, 5:75, 5:116, 9:30-31 ditekankan mengenai kemanusiaan Isa dan ibunya, pelarangan menuhankan Isa dan trinitas (?) bagi para pengikutnya. Dalam 5:17 dan 5:72 terdapat ayat tentang 'kafirlah orang yang mengatakan Allah adalah al Masih putera Maryam'. Barangkali ayat ini yang dijadikan referensi dari muslim yang senang mengkafir kafirkan orang lain.  

Sebetulnya ayat ayat mengenai Isa lebih banyak lagi, tetapi tidak secara langsung ada kata Isa didalamnya, misalnya kisah kisah mengenai Maryam di surat ali Imran dan Maryam.  Agak mengherankan juga bahwa nama Maryam jarang digunakan di Indonesia, mengingat ini nama perempuan satu satunya didalam Al Quran, tapi kenyataannya lebih banyak orang tua memilih nama Salsabila atau Nabila untuk puteri mereka. 

Surat Maryam 
30
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Demikianlah betapa Al Quran sangat menghormati Isa al Masih.  Semoga hal ini diikuti oleh para pembacanya.  Akhirnya kami mengucapkan Selamat hari Natal kepada rekan rekan Kristen.  Semoga damai natal melingkupi kita semua.  Semoga Indonesia menjadi lebih baik di tahun 2017.
Read more ->

Friday, December 23, 2016

Detoks Agama: Langkah Menuju Kedamaian Hati

Hagen - Freilichtmuseum Hagen - kleinerer Stausee


Tulisan ini ditujukan khusus untuk anda yang sedang galau dan bimbang secara spiritual atau rohani.  Ya, ini tentang kebimbangan dalam beragama.   Kebimbangan merupakan hal yang sangat manusiawi, karena kita punya otak (yang terbesar dibandingkan mahluk lain) dan pikiran.

Kebimbangan dapat menerpa ketika kita berbenturan dengan hal yang tidak masuk akal dalam ranah agama.  Bisa dari ujaran pemuka agama, ataupun dari kitab suci yang sangat sukar dicerna karena konon banyak perlambangnya, atau dari situasi masa kini yang semakin membuat anda bertanya-tanya: apakah agama membuat orang menjadi lebih baik?

Ciri ciri dari orang yang berada dalam kegalauan dan kebimbangan spiritual antara lain:

Merasa tertekan dan terpaksa dalam menjalankan kewajiban kewajiban beragama
Merasa diri selalu kurang baik.  Walaupun sudah berusaha menjalankan ritual ritual agama, tetap merasa kurang baik.  Mengakibatkan merasa selalu bersalah karena tidak bisa menjalankan seluruh perintah perintah dalam agama, mengakibatkan ada rasa bersalah yang selalu mengganjal perasaan.
Merasa munafik.  Dalam beragama merasa kegiatannya dilakukan untuk menyenangkan orang lain, bukan untuk diri sendiri.
Dalam kebingungan.  Terlalu banyak aturan, terlalu banyak larangan, terlalu sedikit yang dimengerti dari kitab suci.  Banyak aturan yang menghina akal sehat sehingga tidak pernah dilaksanakan.
Lelah.  Entah karena terus berpura pura menganggap agama adalah hal terpenting di dunia, atau lelah melihat tingkah laku orang-orang yang mengaku beragama, atau lelah berpura pura meyakini agama.
Mempertanyakan kebenaran kitab suci dan kisah kisah lain dalam legenda beragama.   Juga mempertanyakan logika kitab suci yang tidak masuk akal di jaman ini.


Untuk menuju ke tahap selanjutnya juga diperlukan karakteristik tersendiri.  Hal ini bukan untuk semua orang.  Karakteristik yang diperlukan untuk menuju ke tahap selanjutnya adalah anda harus:

Berjiwa bebas dan unik.  Anda bukan seorang follower, tidak merasa perlu sama dan seragam untuk bisa diterima oleh orang lain.
Penuh rasa ingin tahu
Berjiwa petualang
Berani

Inilah saatnya anda untuk mulai melihat alternatif lain yang barangkali tidak pernah terpikirkan karena seumur hidup kita selalu ada dalam dunia beragama.

Jangan sampai anda terus mengalami perasaan ini seumur hidup dan menepis akal sehat anda, terpaksa menelannya, berusaha meracuni pikiran anda sendiri dengan logika logika yang dicari cari agar pikiran anda tenang.  Kebiasaan beragama yang tidak boleh mempertanyakan, yang anda harus terima hanya karena anda lahir dari sebuah keluarga yang menganut agama tersebut.  Agama, yang tadinya berakar dari tradisi, tetapi sekarang malah mencabut tradisi, menggantinya dengan tradisi antah berantah yang asing dan gersang.

Ini saatnya anda untuk melakukan detoks agama.  

Tidak sesukar yang dibayangkan, karena sebetulnya peraturan agama tidak bergitu berperan dalam pembentukan anda hingga saat ini.

Banyak sekali orang (Indonesia) yang tidak pernah membaca kitab sucinya.  Tidak pernah membaca buku hadis (hanya yang dikirim teman teman dari grup).  Semua hal yang berhubungan dengan keagamaan biasanya didapat dari sumber sumber lain, misalnya televisi, radio, kelompok pengajian,  dan yang sekarang paling banyak adalah dari socmed.  Jadi pengetahuan agama anda berasal dari orang yang dianggap lebih tahu agama, bukan dari sumbernya langsung.

Jika anda tidak mendapat pengetahuan pengetahuan agama tersebut, apakah anda menjadi orang yang lebih buruk?

Apakah pengetahuan pengetahuan agama tersebut membantu membuat dunia menjadi lebih baik?

Langkah-langkah untuk melepas agama:

1. Pelajari seluruh agama yang ada.  Cari yang paling rasional menurut anda.  Kalau sudah ketemu silakan mulai bergabung dengan agama tersebut.  Kalau anda tidak menemukan agama lain yang sesuai dengan akal sehat anda,silakan mulai ke langkah #2.
2. Lepaskan.  Tahap ini merupakan langkah simbolis dan dapat dilakukan secara fisik.  Melepas atribut keagamaan ataupun pakaian yang melambangkan agama.
3. Lepaskan ritual.  Berhentilah melakukan ritual agama.  Perhatikan apa dampaknya terhadap perasaan anda.

Lakukan hal ini selama yang anda rasa perlu.  Tidak perlu menyebarkan kepada orang lain, biarlah ini menjadi rahasia anda, karena kita hidup di Indonesia.  Tidak perlu merubah KTP dan tidak perlu menjawab kalau ada yang bertanya apa agamamu, atau jawab saja sesuai yang ada di KTP.  Dan selesai.  Anda sudah tidak beragama.

Jadi, apa yang terjadi sebetulnya?

Lalu sekarang anda bertanya kepada saya: jadi, sekarang saya ada dimana? Apa saya masih bertuhan? Apakah saya melakukan dosa?

Kembali itu jawaban yang harus anda cari sendiri.  Kalau anda yakin Tuhan itu ada, apakah dia marah kepada anda? Mengapa dia marah? Kalau dia Maha Penyayang tentu dia mengerti.

Apakah anda melakukan dosa?  Apa anda melakukan kejahatan? Merugikan orang lain?

Mengenai hari raya keagamaan, apakah harus dilewatkan juga?

Tetap rayakan hari raya keagamaan.  Malah, rayakan semua hari raya agama, atau bersukacita ketika semua hari raya itu datang.  Hari Raya membuat bahagia, malahan anda jadi bebas mau meminta maaf atau sungkem anda tidak merasa menyalahi agama.  Apakah itu menjadikan kita munafik? Tidak juga, karena hari raya keagamaan biasanya berakar jauh sebelum ada agama.  Pikir anda mengapa lebaran orang memasak ketupat? Tentu saja itu tidak ada di arab sana.

Kembali ke tujuan kita diawal tulisan ini.  Setelah anda mempraktekan detoks agama ini; apakah hati anda menjadi lebih damai?

Atau yang lebih ambisius, apakah anda menjadi orang yang lebih baik?
Read more ->

Tuesday, October 25, 2016

Al Maidah 51 dan Geger Membaca Terjemahan Al Quran

Sundanese Qur'an 

 Semenjak Ahok dituduh menghina Islam karena mengutip Al Maidah ayat 51, umat Islam Indonesia pun beramai ramai membuka terjemahan al Quran mereka (kalau punya), atau lebih gampang googling mengenai ayat ini. Ternyata hasil pencarian mereka cukup membuat shock, karena ternyata terjemahannya berbeda beda! Jreng jreng… Klaim al Quran palsu pun menyeruak…

Cukup takjub melihat kelakuan muslim Indonesia ini. Masyarakat Indonesia diibaratkan bertulang pagan animisme, berdaging hindu dan berkulit islam. Penulisan kolom agama dimulai tahun 1967 setelah kejadian G30S PKI. Kebijakan anti komunis ini memaksa semua rakyat Indonesia untuk punya agama. Hal ini juga memaksa rakyat Indonesia untuk cari selamat dengan menulis Islam sebagai agama di KTP nya. Jadilah Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Waktu dimulainya era kerajaan Islam di Jawa, masyarakat yang masih menganut agama hindu terdesak hingga ke Bali (sementara kepercayaan asli Bali Aga sendiri pun terdesak ke pegunungan di Trunyan dan Tenganan) , atau beringsut ke pegunungan Tengger di Jawa Timur. Jaman dahulu komunitas Islam di pulau Jawa terpusat di area sekitar mesjid yang disebut Kampung arab identik dengan kauman, pemukiman islam dari keturunan arab. Begitu pula kampung sekitar Pesantren biasanya menjadi terislamkan dengan jenis islam yang lebih sinkretik atau bercampur dengan tradisi lokal. Sedangkan penduduk kebanyakan masih menganut kebatinan atau kejawen, kalau di daerah Sunda disebut wiwitan.

Islam mulai menyebar terutama islam sufistik atau mistik yang sangat sesuai dengan keyakinan asli penduduk. Dari kumpulan surat RA Kartini dapat diketahui bahwa pada jamannya belum ada terjemahan Al Quran berbahasa Jawa, sehingga dapat dikira kira bahwa pengetahuan Islamnya masyarakat Jawa kebanyakan bersumber dari santri santri yang berguru di pondok pondok pesantren.

Geertz membagi masyarakat Jawa menjadi tiga, priyayi, santri (kaum putih) dan abangan (kaum merah). Walaupun menurut pendapat pribadi saya kaum priyayi pun bisa masuk kedalam golongan abangan. Abangan ini merupakan cerminan sebagian besar masyarakat (Islam di Indonesia), Islam, tidak shalat, biasanya melakukan puasa - karena sesuai dengan keyakian kebatinan/kejawen mereka.

Sampai tahun 70 – 80 an kebanyakan orangtua kita yang orang Jawa islamnya abangan. Setelah runtuhnya orde baru tahun 90 an dan dimulainya jaman internet. paham islam yang lebih ortodoks mulai mengambil alih. Juga aliran dana dari Saudi untuk membiayai paham wahabisme mengakibatkan banyak dibuka pesantren dan sekolah Islam yang lebih puritan dan ‘ngarab’. Dan geger ‘kembali ke Islam murni’ pun dimulai. Sekarang hampir semua perempuan muslim berjilbab. Hampir semua muslim shalat (atau berusaha terlihat seperti itu).

Anak dari TK sudah diajar membaca tulisan arab. Coba tanyakan pada yang lahir tahun 60 – 70 an, belajar membaca al quran biasanya dilakukan dirumah dengan memanggil guru ngaji saja. Itupun orang tua mereka biasanya tidak bisa membaca al quran atau mengerjakan shalat.

Apakah dengan demikian sekarang orang Islam Indonesia sudah ‘murni’ Islamnya? Dengan kehebohan Ahok dan Surat al Maidahnya, hal tersebut sangat diragukan. Banyak muslim yang bisa membaca al quran dengan lancar. Pengajian pengajian ada disetiap perumahan. Tetapi pembacaan terjemahan jarang dilakukan. Lebih sering adalah mendengarkan ustad mendongeng. Dan masyarakat kita masih tetap seperti dahulu kala dengan tradisi mendengarkan puisi klasik atau kisah kisah legenda, senang mendengarkan cerita (daripada membacanya).

Bagaimana mengetahui tentang Islam kalau tidak membaca terjemahan al quran? Berapa orang yang bisa berbahasa arab sehingga mengerti al quran tanpa terjemahan? Lalu, kok baru tahu sih kalau hasil terjemahan bisa berbeda beda? Lalu setelah anda tersadar dan insyaf lalu berusaha untuk membaca keseluruhanan terjemahan al quran dari surat pertama sampai surat 114, apa anda merasa tambah mumet atau tambah terang dan jelas?

Disini disandingkan beberapa versi terjemahan dari surat al maidah 51.  Seperti semua terjemahan, hasil terjemahan bisa berbeda-beda.  Ini baru satu ayat belum yang lain.

- Versi al Quran Depag 1993
Hai orang orang beriman, janganlah kamu mengambil orang orang yahudi dan nashara menjadi pemimpin bagi sebahagian mereka menjadi pemimpin bagi sebahagian… dst

- Versi penerbit Diponegoro tahun2005
Wahai orang orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai teman setia (mu); mereka satu sama lain saling melindungi… dst

- Versi Bacaan Mulia HB Yassin tahun 1982 Hai orang yang beriman! Janganlah kamu ambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai sahabat dan pelindung. Mereka (hanya) saling melindungi. Yang satu terhadap yang lain. Dst.

- Versi Tarjamah Sunda KH Qmarudin Shaleh dkk tahun 2003
Yeuh, jalma jalma anu ariman! Maraneh ulah ngangkat urang yahudi jeung nasrani jadi pamingpin. Sabagian ti maranehna jadi pamingpin anu sabagianna deui. Dst.

- Versi Bahasa Jawi Prof KHR M. Adnan tahun 2002
Para mukmin kabeh! Sira aja padha ngalap wong wong yahudi lan nasrani dadi Panguwasanira. Sawenehe wong wong mau padha dadi kekasihe sawenweh liyane. Dst.

- Versi terjemahan Inggris King Fahd
O you who believe! Take not the Jews and the Christian as ‘auliya’ (friends, protectors, hepers), they are but Auliya’ of each other. Dst

- Versi Reformist Translation Edip Yuksel dkk tahun 2007
O you who acknowledge, do not take the Jews and the Nazarenes as allies, for they are allies to one another. Dst.

Jadi jangan langsung bilang terjemahan yang itu atau yang  ini palsu.. kalau lihat contoh diatas al quran King Fahd palsu dong, kok ditulisnya auliya dan diterjemahkan sebagai 'friends, protectors, helpers'?

Namanya juga terjemahan.  Yang lebih penting coba bandingkan ayat ini misalnya dengan ayat dari surat yang sama al Maidah 82:

Sungguh akan engkau dapat orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang orang yang beriman yaitu orang orang yahudi dan orang orang musrik. Dan sesungguhnya akan engkau dapati orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang orang yang beriman yaitu orang orang yang berkata 'sesungguhnya kami adalah orang orang Nashara'...  dst.

Kalau sesudah membaca terjemahan al Quran ini anda bergumam “… kok al Quran rasis ya, gak konsisten lagi…” itu bukan salah saya!
Read more ->

Monday, October 10, 2016

Moral, Agama dan Tingkah Laku

Pencampuradukan masalah tingkah laku dan agama yang dipastikan tidak akan efektif mengatasi masalah.

Banyak hal yang merugikan orang lain atau melanggar hukum di lakukan oleh warga negara ini . Contoh terbaru adalah masalah penggandaan uang dilakukan oleh dimas kanjeng. Juga heboh Aa Gatot Brajamusti yang meliputi pemakaian sabu, senjata api hingga pelecehan seksual yang terjadi di padepokannya.

Ada juga masalah penyuapan yang dilakukan Syaiful Jamil melalui panitera pengadilan yang super kaya raya untuk meringankan putusan pengadilan dalam kasusnya yang sangat berat memperkosa anak di bawah umur.

Di opini kompas hari ini juga ada isu yang diangkat mengenai anak di bawah umur yang membawa kendaraan. Dengan judul provokatif tentang orang tua yang tidak bermoral.

Di negara yang segala sesuatu di kaitkan dengan agama hal ini tidak aneh, mengaitkan segala sesuatu dengan kadar moral seseorang. Ketika kita mengaitkan masalah dengan moral, yang akan dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut berpusat pada cara memperbaiki moral seseorang,atau dengan menghujat betapa tidak bermoralnya seseorang yang melakukan suatu pelanggaran, atau kejahatan, atau bahkan yang mengidap suatu penyakit.

Kecenderungan ini mengakibatkan kita tidak melihat jelas suatu permasalahan, dan akibatnya tidak mendapatkan solusi yang efektif untuk menangani permasalahan tersebut.

Mengapa tidak menilai tingkah laku, daripada moral?  atau agama?

Seorang manajer yang baik ketika mengisi laporan tahunan tentang anak buahnya akan menilai berdasarkan tingkah laku: target apa yang sudah dicapai, bagaimana dia datang tepat waktu, bersikap menghormati dengan sesama rekan kerja, apakah dia dapat diandalkan.  Dia tidak menilai moralnya. Atau menilai berdasarkan agamanya.  Mengapa? karena sangat sulit untuk menilai moral seseorang.  Dia tidak tahu apa isi kepala bawahannya, apa yang dilakukan dirumahnya atau yang tidak dilakukannya.  Dan jika dia menilai berdasarkan agama, maka manajer itu telah bersifat tidak adil.

Juga seorang dokter yang menerima pasiennya yang mengidap sifilis.  Dokter tersebut tidak akan menilai moralnya, atau bertanya apa agama pasiennya, tapi barangkali akan mencari tahu darimana dia mendapatkan penyakitnya itu.  Apakah dia berganti ganti pasangan seksual? jika dia cuma punya satu pasangan yaitu suaminya, maka suaminya pun harus diobati, bahkan barangkali dokter akan menganjurkan sang istri untuk memakai kondom ketika berhubungan seks dengan suaminya.  Apakah sang dokter harus menilai moral dan agama sang suami? tentu tidak.

Melarang orang buang sampah sembarangan tidak akan bisa menggunakan standar moral.  "Kalau kamu membuang sampah sembarangan kamu tidak beriman!!" lalu pasang spanduk besar dengan tulisan itu sambil berdoa supaya mereka mereka yang tidak beriman tersebut tidak membuang sampah sembarangan.

Yang harus dilakukan adalah mencegah mereka membuang sampah sebarangan, siapapun mereka baik bermoral, tidak bermoral, beragama atau tidak beragama.  Caranya? sediakan tong sampah misalnya, pasang cctv, berlakukan denda bagi yang melakukan.

  • Sehubungan ingin merekrut pemimpin daerah yang bermoral, dilakukan test membaca al Quran bagi para calon pemimpin.  
  • Sehubungan ingin mencari kandidat penerima beasiswa akademis, yang bisa menghafal al Quran paling banyaklah yang akan diterima.
  • Sehubungan dengan bencana yang sering terjadi, diharapkan masyarakat untuk lebih banyak bertobat dan berdoa.
Maaf menurut saya itu hal hal teraneh tapi nyata yang terjadi di negeri tercinta ini.
Read more ->

Thursday, July 28, 2016

Muslim Adalah Yahudi?

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Hadist ini banyak dikutip untuk mengkritik perbuatan perbuatan yang dianggap tidak ada dasarnya dalam agama islam.  Barangkali ada yang pernah mendapatkannya di grup WA tentang merayakan hari ulang tahun sambil meniup lilin diatas kue tart?.  Tidak lupa kuipan hdist diatas dilampirkan untuk menambah bobot postingan tersebut.

Jadi kalau kamu berpakaian seperti orang barat, maka kamu adalah golongan mereka.  kalau kamu berpakaian seperti orang arab, kamu termasuk golongan orang arab.  OK dicatat.

Orthodox Jewish men and Muslim children 

Hal ini kembali mengusik karena saya selalu menulis tentang persamaan islam dan yudaisme. Yudaisme sendiri adalah hasil terjemahan bebas saya dari istilah judaism, atau agama orang yahudi. Barangkali banyak muslim yang tidak percaya tentang hal ini, saya mempersilakan jika ada yang ingin menulis artikel tanggapan mengenai hal ini.

Dari berbagai kumpulan tulisan saya tentang persamaan islam dan yudaisme, saya akan merangkumnya menjadi satu daftar.  Untuk penjelasan lebih jauh masing masing nya silakan kunjungi link di masing masing nomor.

BEBERAPA PERSAMAAN ISLAM DAN YUDAISME.

1.Sunat/khitan

2. Shalat

3.Puasa

4. Zakat

5. Qurban.  Link penjelasan dari Ritual Kurban Dalam Yahudisme

6. Rumah Tuhan

Untuk keterangan lebih jelas dari poin 1 samapi 6 silakan kunjungi link ini Islam Mirip Yahudisme

7.  Makanan yang diharamkan

8.  Memanjangkan jenggot

9.  Menutup rambut untuk perempuan

10.  Pembatasan untuk perempuan yang sedang menstruasi

11.  Larangan terhadap patung

12.  Mengucapkan amin

13.  Menggantung potongan ayat suci diatas gawang pintu.
Cek link no 7 - 13 di Islam Mirip Yahudisme Bagian 2

14.  Sedekah

15.  Pemisahan gender di ruang publik

16.  Penggunaan istilah alaihi al salam

17.  Penggunaan istilah insya Allah

18.  Istilah 'akidah'

19.  Istilah 'ahli kitab'

20.  Bersuci / thaharah

Untuk no 16- 20 link nya dari (Lagi) Kemiripan Islam dengan Yudaisme

21.  Mengubur mayat

Wah daftar yang cukup panjang!

Tentu saja ada yang berargumen bahwa hal tersebut membuktikan kebenaran dari alquran dan ajaran islam.  tapi kembali ke hadist di awal tulisan ini, bahwa barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.  Bisakah kita mengatakan bahwa islam adalah yahudi? Menurut orang yahudi pasti bukan, karena mereka punya persyaratan persyaratan tertentu untuk seseorang bisa dikatakan sebagai orang yahudi.  Hanya menurut hadist tersebut bukankah begitu?

Ini menimbulkan kemunculan kembali dari hal yang saya pernah saya simpulkan bahwa bangsa arab dan yahudi masih terlibat dalam perseteruan ribuan tahun lalu, ketika Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya disebuah gurun terpencil tanpa air, sementara di kemudian hari anaknya yang lain yang beribukan seorang yahudi menjadi ayah dari nabi nabi.  Kecemburuan keturunan yang dibuang digurun arab berkutat antara cinta dan benci terhadap keturunan lain dari sang ayah Ibrahim? Silakan baca di link ini Ahmad Dhani Antara Cinta dan Benci.

Saya bertambah kuat keinginan untuk mengeluarkan tulisan ini setelah melihat status seorang muslim yang bersumpah demi Allah bahwa dia tidak mengenal seorang yahudipun tetapi karena Allah dia membenci mereka..............

Mengapa kamu membenci suatu kaum yang kamu ikuti sedemikian takzimnya ritual ritual mereka?
Read more ->

Tuesday, January 12, 2016

Fatwa Saya Hari Ini: Pecel Lele dan Ikan Mas Haram

Bagi muslim sudah dari sononya beberapa makanan adalah haram.  Untuk yang suka kodok… maaf, itu haram.   Kepiting atau rajungan (salah satunya atau kedua-duanya?) haram.  Burung yang bercakar haram.  Babi jangan ditanya…. Jangankan saripatinya, gambarnya aja haram seperti yang dialami gambar babi di Malaysia ini.  Alkohol haram… mau diminum, dimakan atau diolespun… seperti yang ada dikosmetik dan hand sanitizer.  Barangkali karena prinsip sedikit atau banyak yang haram tetap haram.  Atau: dimakan saja haram, kalau bisa jangan sampai lihat gambarnya nanti surganya jadi jauh, barangkali seperti itu prinsip awalnya.

Nah masalah makanan yang haram ini saya perkirakan sumbernya yang paling utama tentunya dari al Quran.  Salah satu dari beberapa ayat tentang makanan yang haram ada di surat al Maidah ayat 3 :
  “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” 
Bagi yang mencari rujukan untuk keharaman binatang-binatang yang lain selain babi maka rujukannya adalah hadist, untuk itu silakan dicari sendiri hadist-hadist tersebut.

Sebagai seorang pengamat yang menyebalkan, saya ingin sekali bertanya kepada saudara-saudaraku sekalian mengenai ayat no 3 dari al Maidah ini.  Ayat ini cukup mudah dimengerti untuk menyatakan makanan yang haram bagi muslim: bangkai, darah, babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, YANG TERPUKUL….

 Ini sungguh membuat saya berhenti dari suapan makan siang saya…  hari ini saya makan dengan pecel lele, sumpah enak banget dengan sambel tomatnya yang pedas belepetan itu.  Kemarin saya makan pakai ikan mas yang digoreng kering pakai sambal dabu…


pecel lele


Buat ibu-ibu yang sering belanja dipasar tentu tahu dong kalau ikan mas dan lele dijualnya hidup-hidup.  Lalu kalau kita beli ikannya digetok dulu tuh sama abangnya, baru dibersihin deh.  Yaolo…  orang ribut-ribut dengan vaksin yang mengandung babi, sementara didepan hidung lele dan ikan mas digetok kepalanya enak aja dimakan? Ckckck aku jadi bingung.

Tapi tulisan ini tidak bermaksud menzalimi para pedagang ikan mas dan lele dan tukang pecel lele lho ya… mereka pasti punya cara lain untuk membunuhi hewan-hewan berprotein tinggi dengan harga murah terjangkau tersebut.  Yang saya heran adalah : apa betul analisa saya bahwa masalah halal dan haram itu sebetulnya masalah selera? Kalau tidak begitu suka atau tidak terlalu penting tidak apa-apa dibilang haram.  Lain halnya kalau hal tersebut sangat kita suka.  Atau secara tradisi sudah sangat akrab sehingga ketika dikatakan bahwa tradisi itu ‘haram’ tidak akan mempan lah label tersebut.  … biarpun haram yaaa dibuat sedemikian rupa supaya halal.  Contohnya rokok, mau dibilang haram, mubah, mubazir atau biasa-biasa saja atau apalah tetap saja para perokok mempunyai alasannya sendiri untuk tetap merokok.  Eh tapi rokok tidak ada larangannya ya di Al Quran? kalau binatang yang dipukul?   Sambil menunggu fatwa sebaiknya saya cepat-cepat menghabiskan pecel lele ini dulu.
Read more ->
Google