Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Sunday, December 28, 2008

Perintah Tuhan Untuk Muslim

Saya baru baca buku lain dari Jerald F Dirks yang judulnya Abrahamic Faiths, dan terkesan dengan pendapatnya tentang kesejajaran 10 Perintah Injil (Ten Commandments?) dengan isi dari ayat Al Quran Al Isra 22-38, dan tambahan dari saya ayat lainnya dalam al An'am 151-153.

Read more ->

Tuesday, October 28, 2008

Qishash

Ini aku, saudaramu...
ini aku, datang dengan secuil bombing...
kan kubalaskan sakit hatimu...
kan kubalaskan darah-darahmu...
darah dengan darah...
nyawa dengan nyawa!...
qishash!!

potongan puisi Imam Samudra

Emmm....susah saya mulainya nih.

Kenapa kalau kamu ingin membalaskan kematian seseorang, anda mengambil nyawa orang yang bukan pembunuhnya????
Logikanya mana?

Frasa "hilang mata diganti mata" seharusnya lebih merupakan ajaran Yahudi daripada Islam, karena bahkan di Al quran disebutkan membayar dhiyat adalah lebih baik, yaitu membayar ganti rugi oleh pembunuh kepada keluarga yang dibunuh.

Susah berargumen dengan kaum yang otaknya tidak digunakan, membeku di batok kepalanya.
Read more ->

Sunday, October 26, 2008

Kiai menikahi gadis 12 tahun

Kiai nyentrik yang juga pemilik Ponpes Miftakhul Jannah, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Pujiono Cahyo Widianto (43) atau dikenal dengan sebutan Syekh Puji kembali membuat sensasi. Dia menikahi gadis berusia 12 tahun.

Tak jelas betul bagaimana prosesi pernikahan itu dilangsungkan. Tapi menurut informasi yang dihimpun detikcom, Syekh Puji dan gadis itu menikah pada tanggal 8 Agustus 2008.

Lengkapnya klik disini

Saya merasa bertambah jauh dengan agama ini, yang membuat penganutnya menjadi tidak punya logika, menuhankan hadis-hadis yang berusia seribu tahun. Bacalah Al Qur'an, hatimu akan mencair, kamu akan menjadi orang paling toleran, dan otak mu akan dipakai untuk berfikir, bukan membeku di batok kepalamu.
Read more ->

Tuesday, August 5, 2008

Manusia Yang Ingin Jadi Tuhan

Petikan ayat-ayat dibawah ini dari surat Al An am
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah diin mereka dan mereka menjadi beberapa golongan bukanlah engkau dari golongan mereka sedikit juapun, sesungguhnya urusan mereka terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan

Saya suka ayat ini…
Sengaja diin tidak saya terjemahkan menjadi agama, supaya ayat ini tidak menjadi duniawi dan manusiawi, seperti istilah ‘agama’ penemuan manusia modern ini.
Sungguh benar bahwa urusan ini terserah kepada Allah, siapa yang bisa mengklaim golongan mereka paling benar? Ahmadiyah sesat? Siapa yang bisa bilang iman ini sesat atau iman ini benar? Apa sesuatu golongan bisa mewakili Tuhan dengan mngklaim kebenaran?
Bahkan dalam ayat ini
Sungguh telah datang kepada kamu keterangan dari tuhanmu. Maka barangsiapa yang memperhatikan itu maka itu buat dirinya sendiri, dan barangsiapa yang buta maka itu bagai dirinya sendiri. dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara atas kamu.

Dan ini
Dan kalau Allah menghendaki niscaya mereka tidak mempersekutukan, dan kami tidak menjadikan engkau pemelihara atas mereka, maka engkau sekali-kali bukan pengurus bagi mereka

Dan banyak yang lain yang hampir senafas dengan ayat-ayat ini, yang bisa ditafsirkan bahwa Sang pemberi firman menyuruh kepada penerima firman yaitu rasul untuk mengatakan bahwa dia bukan pemelihara atas umatnya. Dia hanya pemberi pesan.

Alangkah lancangnya manusia yang bersikap melebihi rasul sekaligus merasa mewakili Tuhan, merasa mengetahui keinginan Tuhan. Atau itu cemburu? ketakutan? Merasa kalau orang lain mengklaim bahwa kebenaran ada di pihak mereka lalu merasa cemburu sekaligus takut kalau Tuhannya menganggap itu benar, lalu membakar dan meruntuhkan rumah-rumah dan mesjid-mesjid mereka? Tahukah kamu, Allah Maha Kaya, tidak akan berkurang kekayaannya walaupun seluruh manusia di seluruh dunia tidak ada yang menyembahnya. (Ya Allah, berilah kekuatan kepada orang-orang yang tertindas dan mengalami ketidak adilan)
Katakanlah: apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah padahal dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu? Dan tidaklah tiap-tiap diri mengusahakan sesuatu melainkan untuk dirinya sendiri dan tidaklah seseorang yang berdosa akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali dan akan diberitakannya kepadamu apa yang kamu perselisihkan kepadanya
Read more ->

Saturday, August 2, 2008

Cari Teman

Terus terang dalam hal ini saya sendirian, saya tidak punya teman berbagi mengingat apa yang mulai saya yakini pasti akan ditentang oleh orang-orang dekat saya. Dan semua ini hanya ada dalam pikiran saya. Saya mencari teman bertanya di internet.
Setelah searching di internet, lalu saya bergabung dalam milis keagamaan liberal. Saya bertanya apa boleh seorang muslim hanya percaya kepada al quran saja, tapi tidak meyakini hadis? Dari reply personal yang masuk ke email ada yang menyarankan saya untuk bergabung di milis tertentu. Lalu saya join ke situ. Dari situ saya dirunut lagi ke suatu forum khusus untuk orang-orang seperti saya.

Forum ini cukup mencengangkan. Member-membernya benar-benar punya pikiran radikal yang tidak terbayangkan oleh saya. Tetapi berdiskusi dalam forum ini mengasah kita untuk bisa berdebat dengan baik dan sopan tanpa memaksakan kehendak, karena pada akhirnya prinsip kita yang telah kita bawa tidak akan berubah dengan masukan apapun, hanya Allah yang bisa merubahnya. Banyak membernya dari Malaysia selain dari Indonesia sendiri.
Read more ->

Monday, July 21, 2008

Kassim Ahmad Anti Hadist


Secara perlahan saya menuju ke hal yang tidak saya sadari. Saya mempelajari bahwa metoda pengumpulan hadis yang terdengar ilmiah itu sama sekali tidak ilmiah, dan bahwa banyak hadist yang sengaja dibuat untuk propaganda sultan-sultan pada masa kekalifahan Persia. Saya membaca buku karya seorang Malaysia Kassim Ahmad yang anti hadist, Hadith: A Re-Evaluation. Di buku tipis itu bahkan penulis kata pengantarnya tidak setuju dengan penulis buku itu. Diakui oleh yang menulis kata pengantarnya bahwa buku itu sangat lemah dalam argument dan kurang berbobot. Tapi hal ini sangat menarik minat saya. Saya seperti dibukakan pikiran bahwa hal tersebut adalah mungkin, bahwa seseorang bisa saja membaca dan meyakini al quran tanpa perlu menyertai hadis dalam keimanannya. Dan itu sangat mencerahkan saya.

gambar dari abuhasif
Read more ->

Friday, July 11, 2008

Mulai Bahaya

Begitulah masa-masa saya berusaha mencari tahu lebih banyak tentang al Quran, yang akhirnya juga berkembang dengan keingintahuan tentang sejarah Islam pada masa-masa awalnya, juga sejarah datangnya Islam di Jawa dan Indonesia. Sampai sekarang saya masih berusaha mengoleksi buku-buku tentang hal ini, berusaha membeli buku semampu saya. Tetapi saya belum menceritakan tentang akibat dari hal ini terhadap kepercayaan saya.

Follow me Son
Read more ->

Wednesday, July 9, 2008

Belajar Mengaji dengan Ibu Mumun

Saya lalu belajar mengaji. Ibu Mumun adalah guru mengaji masa dewasa saya. Dulu waktu kecil mengaji hanya karena disuruh, sekarang belajar mengaji karena keinginan sendiri. Sepertinya sekarang saya sudah bisa lah mengaji walaupun cara pembacaannya belum sepenuhnya sesuai dengan seharusnya.

Lalu saya ingin sekali bisa berbahasa arab. Saya pernah mengikuti metode kilat penerjemahan al quran Metode Taqua di mesjid dekat rumah. Saran saya untuk penyelenggaraan kursus seperti ini: kursus ini jangan dibuat singkat. Tidak ada yang bisa menerjemahkan teks arab hanya dengan 2 minggu. Buatlah seperti orang belajar bahasa inggris, dengan placement test and everything. Kalau memang tidak bisa dua minggu ya buat kursus biasa saja yang bertahun-tahun itu. Sampai sekarang saya masih ingin bisa berbahasa arab, atau setidaknya bisa menerjemahkan teks arab.

Koranic Tutor
Read more ->

Monday, July 7, 2008

Tidak Suka Hadist

Hadis tidak pernah mendapat tempat di hati saya, entah mengapa. Saya bertanya dalam hati apakah ini ada hubungannya dengan cara saya dibesarkan? Barangkali.

Bapak saya, seorang jawa, (semoga berada ditempat terhormat disisi Allah) tidak melakukan salat jumat dan tidak pergi haji, tidak seperti ibu saya yang berhaji. Tapi bapak mengerjakan salat. Bapak anti klenik, sangat rasionalis. Bapak yang mengajarkan saya untuk suka membaca. Saya ingat masa kecil dulu hari minggu adalah hari pergi ke Gramedia, boleh memilih buku yang banyak. Beliau juga sangat berpengetahuan. Kita bisa tanya istilah apa saja - apa saja - pasti beliau tahu apa itu. Seperti kamus.

Membaca hadis tidak menimbulkan apa-apa di hati saya kecuali kadang saya berkomentar: "kok gitu sih?". Tidak ada getaran istimewa seperti membaca al quran, tidak ada gregetnya, dan menurut saya hadis itu bacaan yang tidak indah secara sastrawi. Jadi saya tidak pernah membaca buku hadis dan tidak berusaha mendalaminya.


pic dari islamweb
Read more ->

Saturday, July 5, 2008

Nabi Muhammad

Bersamaan dengan itu, dari buku pak Quraish tersebut kadang saya ingin membaca buku lain yang ada di bagian bibliografi. Mulailah saya mencari-cari buku yang menurut saya menarik untuk memenuhi minat saya tentang al qur’an ini. Saya juga sangat ingin mengetahui tentang biografi nabi Muhammad. Saya ingat diberi kawan print out biografi nabi yang tebal sekali. Lalu saya membaca Muhammad nya Karen Armstrong. Akhirnya saya membeli lagi buku-buku Karen Armstrong yang lain. Lalu buku-buku lain...

Tanpa mengurangi rasa hormat, biografi nabi yang ditulis oleh penulis Islam lain dengan yang ditulis oleh penulis barat. Kadang penulis Islam merasa perlu untuk mempertahankan prinsip dari tekanan-tekanan tertentu dan terasa defensif dalam penulisannya, dan kadang berbau mistik dan keajaiban Hal itu tidak terlihat dalam Muhamad nya Armstrong. Sebagai ‘orang luar’ dia hanya berusaha merangkum bahan-bahan yang ada dan menuliskan apa yang ada dipikirannya, dan terlihat dia juga mengagumi nabi. Sekitar saat itu juga saya membaca mengenai sejarah dan metoda pengumpulan hadis.

pic dari dovebook
Read more ->

Wednesday, July 2, 2008

Al Quran Juga Buku

Sekitar akhir tahun ** an (disensor) saya bekerja di Jakarta dan mempunyai teman-teman hang out yang kebanyakan orang Kristen. Saya sama sekali tidak mempunyai masalah dengan hal ini. Masa itu bisa dibilang merupakan masa-masa gelap saya,dimana saya tidak mengetahui lagi apa itu iman dan keyakinan. Dalam hal keyakinan saya hampir-hampir tidak meyakini apa-apa, walaupun saya melakukan beberapa ritual Islam seperti salat (susah untuk melakukannya 5 waktu), bulan ramadhan berpuasa dan membeli domba untuk kurban.

Saya ingat seorang rekan kerja senior (kebetulan Kristen) menanyakan tentang kelajangan saya, dan saya bilang saya belum ada calon, lalu dia bilang berdoa saja Saya ingat sekali tanggapan saya. Saya tertawa. Betul-betul terasa aneh untuk saya untuk berdoa untuk hal seperti itu, bahkan ide untuk berdoa pun terasa aneh. Tapi momen itu selalu teringat.

Ada lagi satu momen biasa saja yang entah kenapa menempel terus diingatan saya. Saya memperhatikan bahwa di kamar seorang rekan Kristen dia meletakkan Injil di meja dekat tempat tidurnya. Hal itu terus teringat oleh saya. Saya pikir dia memperlakukan injil itu sebagai buku yang mudah diraih dan dibaca kapan saja, seperti buku yang lainnya.

Saya selalu berfikir al Quran itu lain, dia bukan hanya buku, tapi sesuatu yang harus dihormati, yang kita harus berwudhu untuk menyentuhnya, yang harus ditaruh di tempat terhormat di rak buku, yang tidak boleh ditindih oleh buku-buku lain. Saya tidak pernah menganggap al quran itu buku, yang harus dibaca. Saya jadi ingin baca al Quran, saya belum tahu isinya. Saya bahkan tidak mempunyai al Quran di kamar kost saya. Waktu saya pulang ke Bandung saya bawa terjemahan al quran yang ada di rak buku ke Jakarta.

pic dari shangri-la
Read more ->

Tuesday, July 1, 2008

Pertama-tama Belum Berbahaya

Saya bangga mengatakan bahwa saya senang dan banyak membaca. Seiring dengan bertambahnya usia, pilihan bacaan menjadi lebih spesifik, saya hanya membeli buku yang menurut saya menarik dan berguna. Saya masih membaca novel dan beberapa karya sastra, tapi tidak membelinya. Terus terang saya menyimpulkan kalau otak saya tidak begitu peka untuk membaca novel dan karya sastra. Dibutuhkan hati yang lembut dan perasa untuk bisa memahami karya sastra, yang saya tidak punya.

pic dari mizan

Read more ->