Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, untukMu tawakalku, dan Dia Rabbi arasy yang agung

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajari dengan perantaraan pena.
Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya

Ayat ini mengingatkan kita untuk terus membaca, menambah pengetahuan dengan segala akibatnya. Benarkah pencarian iman melalui bacaan berbahaya?
Google
 

Monday, July 21, 2008

Kassim Ahmad Anti Hadist


Secara perlahan saya menuju ke hal yang tidak saya sadari. Saya mempelajari bahwa metoda pengumpulan hadis yang terdengar ilmiah itu sama sekali tidak ilmiah, dan bahwa banyak hadist yang sengaja dibuat untuk propaganda sultan-sultan pada masa kekalifahan Persia. Saya membaca buku karya seorang Malaysia Kassim Ahmad yang anti hadist, Hadith: A Re-Evaluation. Di buku tipis itu bahkan penulis kata pengantarnya tidak setuju dengan penulis buku itu. Diakui oleh yang menulis kata pengantarnya bahwa buku itu sangat lemah dalam argument dan kurang berbobot. Tapi hal ini sangat menarik minat saya. Saya seperti dibukakan pikiran bahwa hal tersebut adalah mungkin, bahwa seseorang bisa saja membaca dan meyakini al quran tanpa perlu menyertai hadis dalam keimanannya. Dan itu sangat mencerahkan saya.

gambar dari abuhasif
Read more ->

Friday, July 11, 2008

Mulai Bahaya

Begitulah masa-masa saya berusaha mencari tahu lebih banyak tentang al Quran, yang akhirnya juga berkembang dengan keingintahuan tentang sejarah Islam pada masa-masa awalnya, juga sejarah datangnya Islam di Jawa dan Indonesia. Sampai sekarang saya masih berusaha mengoleksi buku-buku tentang hal ini, berusaha membeli buku semampu saya. Tetapi saya belum menceritakan tentang akibat dari hal ini terhadap kepercayaan saya.

Follow me Son
Read more ->

Wednesday, July 9, 2008

Belajar Mengaji dengan Ibu Mumun

Saya lalu belajar mengaji. Ibu Mumun adalah guru mengaji masa dewasa saya. Dulu waktu kecil mengaji hanya karena disuruh, sekarang belajar mengaji karena keinginan sendiri. Sepertinya sekarang saya sudah bisa lah mengaji walaupun cara pembacaannya belum sepenuhnya sesuai dengan seharusnya.

Lalu saya ingin sekali bisa berbahasa arab. Saya pernah mengikuti metode kilat penerjemahan al quran Metode Taqua di mesjid dekat rumah. Saran saya untuk penyelenggaraan kursus seperti ini: kursus ini jangan dibuat singkat. Tidak ada yang bisa menerjemahkan teks arab hanya dengan 2 minggu. Buatlah seperti orang belajar bahasa inggris, dengan placement test and everything. Kalau memang tidak bisa dua minggu ya buat kursus biasa saja yang bertahun-tahun itu. Sampai sekarang saya masih ingin bisa berbahasa arab, atau setidaknya bisa menerjemahkan teks arab.

Koranic Tutor
Read more ->

Monday, July 7, 2008

Tidak Suka Hadist

Hadis tidak pernah mendapat tempat di hati saya, entah mengapa. Saya bertanya dalam hati apakah ini ada hubungannya dengan cara saya dibesarkan? Barangkali.

Bapak saya, seorang jawa, (semoga berada ditempat terhormat disisi Allah) tidak melakukan salat jumat dan tidak pergi haji, tidak seperti ibu saya yang berhaji. Tapi bapak mengerjakan salat. Bapak anti klenik, sangat rasionalis. Bapak yang mengajarkan saya untuk suka membaca. Saya ingat masa kecil dulu hari minggu adalah hari pergi ke Gramedia, boleh memilih buku yang banyak. Beliau juga sangat berpengetahuan. Kita bisa tanya istilah apa saja - apa saja - pasti beliau tahu apa itu. Seperti kamus.

Membaca hadis tidak menimbulkan apa-apa di hati saya kecuali kadang saya berkomentar: "kok gitu sih?". Tidak ada getaran istimewa seperti membaca al quran, tidak ada gregetnya, dan menurut saya hadis itu bacaan yang tidak indah secara sastrawi. Jadi saya tidak pernah membaca buku hadis dan tidak berusaha mendalaminya.


pic dari islamweb
Read more ->

Saturday, July 5, 2008

Nabi Muhammad

Bersamaan dengan itu, dari buku pak Quraish tersebut kadang saya ingin membaca buku lain yang ada di bagian bibliografi. Mulailah saya mencari-cari buku yang menurut saya menarik untuk memenuhi minat saya tentang al qur’an ini. Saya juga sangat ingin mengetahui tentang biografi nabi Muhammad. Saya ingat diberi kawan print out biografi nabi yang tebal sekali. Lalu saya membaca Muhammad nya Karen Armstrong. Akhirnya saya membeli lagi buku-buku Karen Armstrong yang lain. Lalu buku-buku lain...

Tanpa mengurangi rasa hormat, biografi nabi yang ditulis oleh penulis Islam lain dengan yang ditulis oleh penulis barat. Kadang penulis Islam merasa perlu untuk mempertahankan prinsip dari tekanan-tekanan tertentu dan terasa defensif dalam penulisannya, dan kadang berbau mistik dan keajaiban Hal itu tidak terlihat dalam Muhamad nya Armstrong. Sebagai ‘orang luar’ dia hanya berusaha merangkum bahan-bahan yang ada dan menuliskan apa yang ada dipikirannya, dan terlihat dia juga mengagumi nabi. Sekitar saat itu juga saya membaca mengenai sejarah dan metoda pengumpulan hadis.

pic dari dovebook
Read more ->

Wednesday, July 2, 2008

Al Quran Juga Buku

Sekitar akhir tahun ** an (disensor) saya bekerja di Jakarta dan mempunyai teman-teman hang out yang kebanyakan orang Kristen. Saya sama sekali tidak mempunyai masalah dengan hal ini. Masa itu bisa dibilang merupakan masa-masa gelap saya,dimana saya tidak mengetahui lagi apa itu iman dan keyakinan. Dalam hal keyakinan saya hampir-hampir tidak meyakini apa-apa, walaupun saya melakukan beberapa ritual Islam seperti salat (susah untuk melakukannya 5 waktu), bulan ramadhan berpuasa dan membeli domba untuk kurban.

Saya ingat seorang rekan kerja senior (kebetulan Kristen) menanyakan tentang kelajangan saya, dan saya bilang saya belum ada calon, lalu dia bilang berdoa saja Saya ingat sekali tanggapan saya. Saya tertawa. Betul-betul terasa aneh untuk saya untuk berdoa untuk hal seperti itu, bahkan ide untuk berdoa pun terasa aneh. Tapi momen itu selalu teringat.

Ada lagi satu momen biasa saja yang entah kenapa menempel terus diingatan saya. Saya memperhatikan bahwa di kamar seorang rekan Kristen dia meletakkan Injil di meja dekat tempat tidurnya. Hal itu terus teringat oleh saya. Saya pikir dia memperlakukan injil itu sebagai buku yang mudah diraih dan dibaca kapan saja, seperti buku yang lainnya.

Saya selalu berfikir al Quran itu lain, dia bukan hanya buku, tapi sesuatu yang harus dihormati, yang kita harus berwudhu untuk menyentuhnya, yang harus ditaruh di tempat terhormat di rak buku, yang tidak boleh ditindih oleh buku-buku lain. Saya tidak pernah menganggap al quran itu buku, yang harus dibaca. Saya jadi ingin baca al Quran, saya belum tahu isinya. Saya bahkan tidak mempunyai al Quran di kamar kost saya. Waktu saya pulang ke Bandung saya bawa terjemahan al quran yang ada di rak buku ke Jakarta.

pic dari shangri-la
Read more ->

Tuesday, July 1, 2008

Pertama-tama Belum Berbahaya

Saya bangga mengatakan bahwa saya senang dan banyak membaca. Seiring dengan bertambahnya usia, pilihan bacaan menjadi lebih spesifik, saya hanya membeli buku yang menurut saya menarik dan berguna. Saya masih membaca novel dan beberapa karya sastra, tapi tidak membelinya. Terus terang saya menyimpulkan kalau otak saya tidak begitu peka untuk membaca novel dan karya sastra. Dibutuhkan hati yang lembut dan perasa untuk bisa memahami karya sastra, yang saya tidak punya.

pic dari mizan

Read more ->